GUBERNUR DAN SEKDAPROV HARUS TUNTASKAN JANJI KEPADA GURU HONORER MALUT

Libasriau.com. Sofifi Berdasarkan penyampaian Sekprov Samsudin A Kadir bahwa tunggakan gaji guru honorer belum bisa dipastikan untuk melakukan pembayaran, karena masih ada data guru honorer yang belum diverifikasi Secara keseluruhan serta ad guru honorer yang sudah lolos PPPK sehingga masih butuh di verivikasi kembali.

Menurut penyampaian Sekdaprov tidak sesuai dengan janji Sekdaprov bahwa pada tanggal 23 Febuari akan melakukan pembayaran tunggakan gaji guru honorer ternyata tidak terbukti juga, sekarang sudah masuk bulan Maret juga belum ada tanda-tanda pembayaran gaji guru honorer selama 8 bulan mulai dari 2019-2021.

Sehingga pemantauan Persatuan Guru Honorer Daerah Maluku Utara selaku Ketum PGHD-MU Ridwan Nau menanggapi penyampaian Sekdaprov pada tanggal 8 Maret di media cetak Malut Post, saya berharap agar sekprov bisa konsisten memenuhi janjinya untuk pembayaran gaji guru honorer.

Kemudian Persatuan Guru Honorer melakukan aksi pada tanggal 7 Maret 2022 dikantor gubernur selama dua hari namun tidak ketemu dengan gubernur, sehingga guru honorer merasa kecewa terhadap gubernur Malut KH. Abdul Gani Kasuba Lc.

Pada tanggal 8 Maret 2022 masa aksi melakukan aksi menuju kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara kemudian disambut oleh sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut,beliau menyampaikan kepada guru honorer bahwa tunggakan gaji guru honorer selama bulan akan di bayar lunas pada Minggu ini.

Maka saya berharap agar dinas terkait maupun Pemprov harus serius menyelesaikan masalah tunggakan gaji guru honorer ini secepatnya dan kami tidak mau di bayar cicil, karena tunggakan gaji guru honorer ini sudah terlalu lama, belum juga 2022 klw dihitung lagi pada tahun 2022 maka total utang pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk guru honorer menjadi 11 bulan.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *