PUCUK SUKU PEMANGKU ADAT MELAYU SEMBILAN SUKU RANTAU PETANI,BULUH MANIS DAN AIR KULIM.SERAHKAN BERKAS LAHAN WARGA PETANI YANG TERCAMAR LIMBAH MINYAK. (TTM)

PETANI- DURI. Lembaga kerapatan adat sembilan suku Melayu rantau Petani,Buluh manis dan Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan – Bengkalis. Dtk.Suardi Sudiro yg bergelar Datuk bendahara sakti di dampingi oleh delapan Ninik mamak di bawah nya, beberapa hari lalu menghadap ke kantor PHR -PGPA_DURI.

Kedatangan rombongan Ninik mamak tersebut mengantarkan surat laporan sebagai mana tuntutan anak kemenakan nya yg resah oleh serakan minyak hitam yang sejak lama mencemari kebun warga dan sungai pemandian umum warga Petani.
Tindakan yg di ambil dtk Suardi sudiro yang bergelar dtk bendahara sakti ini bermula dari adanya rencana warga yang akan melakukan aksi moral kepada PT.PHR dengan rencana akan melakukan blokade GS Pematang sampai persoalan limbah ini di selesaikan kepada warga, barawal dari info anak kemenakan Datuk bendahara sakti mengambil langkah dari pada aksi moral bagai mana kalau Kami Ninik mamak yg kesana menghadap untuk membicarakan hal itu pinta dtk bendahara.

Pada pertemuan di kantor PHR rombongan di terima di ruangan depan Security berhubung ruangan dalam sedang di pakai untuk rapat internal PHR, saat itu rombongan diterima oleh yang membidangi persoalan limbah dan lingkungan yaitu Pak Zainal dan Pak Eko.

Dtk Bendahara sakti dalam pembicaraan nya sempat menunjuk kan kekesalanya terhadap pembiaran yang di lakukan oleh PT.CP dulu nya, dtk bendahara sangat meyakini ini semua akibat kecerobohan Direktur produksi PT.CPI dalam bekerja serta pembiaran ini yang lebih menyedihkan hati.

Kalau seperti ini di biarkan sama saja dengan pembiaran terhadap lingkungan anak kemenakan dtkbendahara.
PT CPI telah meninggalkan penyakit kepada PHR, yakni limbah yang berserakan di kebun warga yg saat ini tanggung jawab PHR sebagai penerima pekerjaan.

Dtk Bendaha sudah salah memprediksikan kalau semua pihak sudah buta mata hatinya sehingga tidak lagi melihat apa yang terjadi di lapangan, bagai mana nasib warga yang tercemar minyak dari cairan yang di kelola PT CPI saat itu. Hal inilah yg membuat rusak nya lingkungan dan sungai pemandian warga Tempatan.

Dtk bendahara meminta kepada semua pihak agar pihak penegak hukum Eksekutif, legeslati dan yudikatif membuka mata hati nya untuk ikut membela warga, jangan sebaliknya maju tak gentar membela yg bayar. Karna PT.CPI ini disamping PT Pengusaha minyak terbesar di Indonesia dengan hasil 370 ribu barel per hari operasi PT CPI juga menciptakan persoalan besar lingkungan hidup kebun sawit warga dan sungai pemandian umum yang tercemar di biarkan begitu saja padahal akibat pembiaran tersebut sangat mengancam kehidupan manusia.

Misal nya :
-tetcemarnya lokasi arak

  • tercemarnya sungai pudu
  • Tercemarnya Sungai psgsmbsng.
  • cairan minyak masuk simur warga di km.18
  • pipa pecah di km 9
  • pop pecah di km 10 masuk kerumah warga.
  • dan operasionalnya tidak pernah peduli dengan tingkat kebisingan
  • tidak memperhatikan tenaga kerja lokal.

Harapan dtk kepada pihak PHR yang meneruskan miroring PT.CPI, tak usah banyak dalih juga lagi,

Biasanya PT CPI memakai dalih bahwa sistim yang di pakai sistim kolonialis, dikatakan nya bahwa keberadaan pipa lebih dahulu dari kehidupan pribumi di situ. Sadarilah bahwa sebelum PT.CPI masuk tahun 1952 di sini sudah ada kehidupan, jangan di gusur kehidupan kami dari lingkungan kami hanya oleh kepentingan pengusaha dan kaum kapitalis, dan bernaung di ketek holigarki.

Peristiwa besar ini sudah terjadi sejak lama misal nya pada thn 1973 saat itu banjir besar air meluap cairan akibat pipa milik PT.CPI pecah air itu menebar tiga hari kedepannya kayu kayu pada mati, melihat kejadian tersebut pihak PT.CPI memborong kan ke salah satu perusahaan PT.VHORMA MANDAU. untuk menyambangi nya agar jejak minyak tidak terlihat, akibat dari kejadian tersebut sampai saat sekarang lahan tersebut tidak di tumbuhi oleh kekayuan besar , pertanyaan nya ada zat apa yg lengket di tanah sehingga tidak bisa kekayuan tumbuh dan besar.

Jadi demikian juga dengan yg ini jelas dtk bendahara yg menjamin ke anak cucu saya aku nya, jika terjadi aksi demo kami dari adat ini malu jelas nya ke perwakilan PHR .

Tapi kami lebih yakin lagi keterancaman warga oleh cairan minyak di sana, kebun dan sungai tempat beraktifitas setiap hari, kesehatan warga akan semakin buruk akibat cemaran tadi. Keluh nya.

Sebenarnya Kemen KLHK telah memberikan PT.CPI ini peringkat merah pada tahun 2010, karena kecerobohan nya dalam mengelola Slidge oil (Limbah minyak) yg tidak ditangani sampai puluhan tahun sepertinya ada upaya pembiaran.

Oleh karena itu kami datang meminta agar kami di hargai pinta dtk bendahara, jika dalam satu Minggu ini tidak ada tindak lanjut nya sangat menyesal sekali kami akan ikut apa mau nya anak kemenakan kami ujar dtk bendahara mengakhiri.

Perwakilan pihak PHR menerima berkas yang di bawa Ninik mamak dan minta maaf tidak dapat menjawab saat itu karna keputusan ada di kantor pusat, dan berjanji akan segera meneruskan laporan kejadian ke kantor pusat seraya meng akhiri pembicaraan. (SPJ)

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *