Gelar Rapat Pembentukan Pengurus, Yaved Nataniel Terpilih Nahkodai K3M Kab. Pasangkayu

PASANGKAYU — Perjalanan panjang Tim Formatur sebagai penginisiasi terbentuknya Kerukunan Keluarga Kondosapata Mamasa (K3M) Kabupaten Pasangkayu kini terbentuk.

Pertemuan yang digelar dengan menghadirkan perwakilan 12 Kecamatan se Kabupaten Pasangkayu, memutuskan agar Tim Formatur dipercaya kembali untuk melanjutkan masa bakti periode 2022 – 2025 (Minggu, 13 / 11/ 2022).

Hampir semua peserta rapat, memberi usul yang sama sebagai tindak lanjut hadirnya Kerukunan Keluarga Kondosapata Mamasa di lanjutkan sepenuhnya oleh Tim Formatur sebagai tim penginisiasi.

Hal tersebut dikemukakan oleh Demmatande SE, bahwa “kami sangat mengapresiasi Tim Formatur ini yang dengan gigih telah berjuang hingga menghadirkan perwakilan setiap Kecamatan”

“Tentu ini tidak muda, dibutuhkan perjuangan, pengorbanan dan kerja keras dan sudah selayaknya apa yang dilakukan oleh Tim Formatur harusnya diapresiasi”

“Olehnya itu, mungkin dengan bijaksana kepengurusan inilah yang tepat dan sebagai tindak lanjut kami mengharapkan agar Tim Formatur tidak berat hati melanjutkan program kerja ke depan” tandasnya.

Salah satu tokoh agama, Pendeta Yusuf yang juga mengikuti rapat tersebut juga menyampaikan hal yang sama.

“Ada baiknya Tim Penginisiasi melanjutkan program kerja ke depan, sebab sudah tentu, ketika Tim penginisiasi ini dibentuk tentu memiliki ide ide ke depan, untuk kemajuan kerukunan ini” pintanya.

Rapat pembentukan pengurus K3M Kabupaten Pasangkayu memutuskan, kepengurusan terpilih untuk masa bakti 2022 sampai dengan masa bakti 2025 yakni ;

Ketua : Yaved Nataniel S.Th, MM (c)
Sekertaris 1 : Agustinus D, S.Kep
Sekertaris 2 : Bongalangi
Bendahara : Herlina Salmi M.Pdk, M.Th

Sedangkan masa bakti untuk kepengurusan K3M Kabupaten Pasangkayu, berjalan 3 Tahun sejak pengukuhan pengurus terpilih.

Dijumpai secara terpisah, Yaved Nataniel kembali menegaskan bahwa “dengan proses pemilihan secara terbuka seperti ini, kami telah mengedukasi warga bahwa pentingnya sebuah kerukunan adalah tolak ukur kebersamaan, kekeluargaan, untuk memperhatikan satu sama lain” imbuhnya

Lanjut Ia menambahkan ;

“Kerukunan tidak hanya berbicara tentang organisasi kekeluargaan semata, tetapi lebih kepada bagaimana kita dapat mengambil peran, agar dapat menjadi berkat bagi orang lain dan lingkungan dimana kita ada”

Ditanya soal Program ke depan, kepada awak media dirinya mengakui bahwa “yang akan kita kerjakan banyak, namun yang pasti dalam periode pertama ini, kami akan merangkul warga Kondosapata Mamasa yang tersebar dan belum terdata, mengingat jumlahnya hampir semua ada di 12 kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat” tutupnya. (Red)

Editor Sabam Tanjung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *