Gawat ” Tak Diberi Jatah Bulanan Beberapa Oknum Jurnalis Diduga Ancam Pengusaha Dengan Berita



Bengkalis – Sungguh sangat disayangkan sikap dari beberapa orang oknum yang diduga sebagai seorang jurnalis/Wartawan yang diduga memanfaatkan sarana Media demi meraih keuntungan pribadi.

Dimana seharusnya sebagai seorang Jurnalis selaku kontrol sosial yang diharapkan bisa menyajikan suatu pemberitaan yang layak dikonsumsi oleh masyarakat serta tidak mengandung unsur tendensius/sengaja menjatuhkan orang lain.

Hal ini tentunya tak sesuai dengan aturan UU no 40 Tahun 1999 tentang Pers terkait kode etik jurnalistik dan fungsi dari profesi Jurnalis tersebut.

Akibatnya karena kelakuan dari beberapa oknum wartawan yang diduga gagal faham terkait UU Pers ini membuat banyak kalangan wartawan merasa malu dan tidak nyaman oleh sikap dari beberapa Oknum tersebut.

Dimana menunrut informasi yang diterima dari beberapa pengusaha yang masuk dalam pemberitaan media tersebut sebelumnya mereka mengaku seringkali menjadi bulan bulanan oknum wartawan tersebut yang dengan seenaknya menarifkan uang bulanan sebagai syarat keamanan yang tak tanggung – tanggung jumlahnya

Tak hanya itu saja menurut keterangan penguasa saat dikonfirmasi oleh awak media pada hari Rabu , 21 Juni 2022 mengatakan bahwasanya sebelumnya pihaknya kerapkali mendapatkan teror berupa tekanan – tekanan dari beberapa pihak yang mengaku sebagai awak media apabila dirinya tidak mau membayar uang bulanan yang diminta dengan cara mengirimkan rilis atau berita kepada nya melalui via WhatsApp nya ,” Terangnya

Dan hal tersebut akan berhenti apabila dirinya memberikan sejumlah uang yang diminta oleh para oknum tersebut setiap bulannya, Namun apabila nantinya dirinya tidak memberikan setoran bulanan kepada beberapa Oknum wartawan tersebut maka akan datang kembali tekanan dari oknum wartawan tersebut dengan menaikan berita tanpa pernah datang atau turun langsung ke tempat usahanya untuk melakukan konfirmasi kepada dirinya selaku Pengusaha.

Merasa menjadi kambing perahan dan tak tahan lagi atas sikap dari beberapa Oknum wartawan yang seringkali mengirimkan chat kepadanya untuk meminta setoran bulanan ,iya pun memutuskan untuk tidak memberikan setoran bulanan lagi dengan mengirimkan chat pemberitahuan bahwasanya dirinya sudah tidak mampu lagi memberikan sejumlah uang sebesar Rp.2.000.000 (Dua Juta Rupiah) perbulannya .

” Itulah bg ya saya bingungkan ,mereka ngak pernah mau jumpa hanya melalui via telffon saja dan meminta setoran bulanan pada kami, Ditambah lagi mereka juga bukan wartawan yang tinggal di wilayah duri .

Hal inilah yang seringkali membuat kami menjadi binggung dan kesal atas cara serta tindakan mereka yang menurut saya sama sekali tidak mencerminkan sikap seorang wartawan.

Dan hal ini tentunya sangatlah meresahkan masyarakat,dimana seorang jurnalis yang diketahui sebagai corong publik mampu melakukan tugas dan tupoksinya sesuai aturan UU Pers baik dalam mekanisme peliputan dilapangkan agar terpenuhi Unsur 5w1h dengan melakukan konfirmasi dengan beberapa pihak serta turun langsung mengambil data di lapangan agar dapat menyajikan suatu karya jurnalistik yang memang layak untuk dijadikan sebagai suatu bentuk berita yang layak dikonsumsi oleh masyarakat ,” Paparnya .

” Apalagi wartawan disebut sebagai Ratu Dunia , dimana satu Goresan penanya saja bisa merubah Dunia dengan tulisan mereka , jadi apakah dalam aturan UU seorang Jurnalis / wartawan menyalahgunakan Identitas dirinya selaku insan Pers untuk melakukan tekanan / menakut – nakuti Masyarakat selaku pengusaha agar memberikan uang kepada mereka agar tidak diberitakan ,” Tutupnya.

Hal ini tentunya membuat malu dan sangat mencoreng nama baik dari ribuan Wartawan /Jurnalis yang ada di seluruh Nusantara yang saat ini .

Dimana seharusnya seorang wartawan lebih mengedepankan kode etik jurnalistik dan faham akan Etik Jurnalistik dan tidak lupa mematuhi aturan UU Pers tentang mekanisme yang harus diterapkan saat melakukan peliputan dilapangan dalam mencari berita dilapangkan dan bukan malah sengaja menjadikan media ataupun gelar wartawan tersebut sebagai senjata untuk menakut – nakuti orang agar dapat mendapat keuntungan.

Selanjutnya memastikan kebenaran adanya informasi terkait kutipan bulanan 2 juta rupiah per lokasi di beberapa gudang mafia yang ada di wilayah duri.

Namun saat dikonfirmasi melalui saluran via WhatsApp nya dengan no contak+62 82-XXXX-XX73, pada hari Kamis,22 Juni 2023 pukul 01.00 wib dan 06.17 Jelembang Sitorus tidak menjawab isi dari konfirmasi yang ditujukan kepada nya , dan saat dikonfirmasi melalui saluran via telepon seluler pun dirinya tidak mau menjawab pertanyaan dari awak Media terkait benar atau tidaknya dirinya bersama teamnya meminta bulanan ke beberapa lokasi dengan kembali bertanya diduga sengaja melarikan pembicaraan / menghindar dari pertanyaan yang dilontarkan oleh awak media.

Di lain tempat saat dikonfirmasi melalui saluran via telepon seluler dan pesan sms dan WhatsApp, Zul Efendi yang juga merupakan rombongan dari Jalembang Sitorus sampai saat ini belum menjawab konfirmasi yang dikirimkan oleh awak media.

Sampai berita ini diturunkan belum ada jawaban yang jelas dari kedua orang Oknum wartawan tersebut terkait Kutipan Bulanan yang mereka lakukan (RED/ TEAM)

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *